Sepasang Jejak Kaki

Namanya Gio, seorang murid kelas sepuluh jurusan IPS ini duduk di atas bangku kayu sembari melahap es krim yang dipegangnya. Tiba-tiba suatu bayangan terlintas dibenaknya−yah, kau tahu−seperti potongan film yang melesat di pelupuk mata, bayangan itu terlihat jelas dan semakin jelas menggambarkan seorang gadis cantik berkerudung bernama Syifa , gadis pujaan hatinya.

Waktu itu Gio duduk dikelas 4 SD, Ia dan Syifa tidak begitu akrab pada awalnya, namun semua itu berubah dalam sekejap mata berkedip, pada saat peraturan baru diumumkan, terlihat perubahan signifikan pada dirinya, rona merah jambu mulai menghiasi hatinya.

“Seluruh siswa perempuan mulai hari senin diwajibkan memakai kerudung” teriak Bu Gina memekakkan telinga.
Pagi-pagi sekali Syifa sudah datang, Ia masuk ke kelas dengan riangnya menari dan bernyanyi sembari membetulkan jilbab barunya. Gio memandang gadis itu, lama sekali. Tak berkedip. Tiba-tiba Gio tersadar kalau mulutnya menganga saat melihat Syifa, cepat-cepat ia mengatupkan mulutnya, ia tahu sesuatu sedang terjadi pada dirinya. Jantungnya mulai berdetak kencang.
“Hai..S-S-Syifa” sapa Gio tergagap.
“Hai Gio, selamat pagi, ada apa? Tumben panggil-panggil aku” balas Syifa sembari memamerkan senyumannya yang indah, jelas sekali lesung pipinya terlihat disamping bibir manisnya.
“Ah, tidak- tidak apa-apa.. N-N-Nan..ti s-s-sore kita belajar bersama ya?”
“Errr gimana ya?.. oke deh, ku tunggu jam 4 sore” ucap Syifa sambil berlalu

Sejak saat itu Gio dan Syifa sering belajar dan bermain bersama, hal ini tentunya membuat perasaan Gio semakin kuat pada Syifa.
Tak terasa 4 tahun pun berlalu, Gioda n Syifa telah duduk di bangku SMP. Gio berniat mengutarakan perasaannya, perasaan yang mengganjal dalam hatinya, sesuatu yang membuncah begitu hebat.

 

sepasang jejak kaki

sepasang jejak kaki

Malam itu hujan turun dengan derasnya, titik-titik air mengetuk kaca jendela tepat didepan Gio, seakan menyemangatinya untuk mengatakan pada Syifa bahwa ia benar-benar menyukainya. Ia bergegas mengambil ponselnya dan dengan cepat menuliskan sebuah pesan singkat.

HAI FA, SUDAH LAMA SEKALI AKU INGIN MENGATAKANNYA, SEJAK 4 TAHUN YANG LALU AKU MULAI MENYUKAIMU, KAU BAIK.. DAN KAU PRIBADI YANG MENARIK, KAU SOPAN DAN LEMBUT… MAUKAH KAU MENJADI RATU ATAS HATIKU?

Gio menunggu dengan gelisah. Ditemani iringan lagu sendu, Gio menunggu… menunggu…dan membisu.. Tak lama kemudian dering ponsel Gio berbunyi, menandakan pesan singkat diterima. Bergegas ia mengambil ponselnya, cepat-cepat ia membukanya. Ia menyeringai senang, pesan itu ternyata balasan dari Syifa. Tapi senyuman itu menghilang cepat dari wajahnya. Syifa mematahkan hatinya

MAAF, AKU HANYA MENGANGGAPMU SEBAGAI TEMAN, KAMU AKAN MENJADI TEMANKU DAN AKAN SLALU MENJADI TEMANKU, TEMAN YANG BAIK DAN SETIA. AKU INGIN FOKUS BELAJAR DULU, KITA MASIH KECIL.. BELUM SAATNYA..

Gio terdiam, hatinya hancur.. ia tahu ia sedang terluka. Ia terluka parah. Mati-matian ia menahannya, ia berpikir bahwa menjadi temannya adalah hal yang cukup membuatnya bahagia−yah, cinta memang tak harus memiliki−ia akan selalu menjaganya, sebagai temannya
“fa, hatiku mungkin terluka, hatiku mungkin hancur, tapi hatiku tidak hilang.. ia akan slalu ada bersamamu. Disini…” gumam Gio dalam hati

********

Setetes air langit membangunkan lamunannya, rupanya sang malam membersihkan wajahnya dari taburan bintang-bintang, sungguh kenangan terindah yang dapat diingatnya sepanjang yang ia tahu. Dia tahu dan selalu tahu, ia akan menunggu Syifa, gadis cantik dari seberang menyusuri jembatan hatinya dan berlabuh disana sampai hembusan nafas terakhirnya. Ini adalah awal, kisah ini baru akan dimulai
“aku pernah bermimpi… Didalam mimpiku kita berdua berjalan bersama dipantai.. Dua pasang jejak kaki tertoreh diatas pasir pantai yang lembut dan hangat. Tapi kini, hanya ada sepasang jejak kaki saja”

Advertisements

2 thoughts on “Sepasang Jejak Kaki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s