OPEN MIND: Kepompong Ulat Kecil

Pagi itu aku duduk termenung sendirian disebuah gazebo, menunggu teman-temanku selesai melaksanakan ujian praktik agama. Gazebo yang kutempati itu dikelilingi kolam ikan. Ketika aku melihat-lihat tanaman disekitar kolam ikan itu, aku melihat sebuah kepompong!. Ketika melihat sebuah kepompong, filosofi yang sering kita dengar adalah tentang perubahan suatu hal yang buruk dan merugikan, berubah menjadi hal yang indah dan berguna. Tapi pernahkan terbersit dalam benak kita, bagaimana cara seekor ulat kecil membuat sebuah kepompong? Jika kita mau melihat, meneliti lebih detail.. seekor ulat itu membuat kepompong dengan susah payah, mengerahkan seluruh tenaganya untuk membuat suatu perubahan untuk dirinya dan lingkungannya. Seekor ulat akan menciptakan benang-benang khusus dari air liurnya, kemudian ia kaitkan dibalik permukaan daun. Setelah itu ia membuat dasarnya, “merajut” kepompongnya dengan cara mengulurkan benang air liur sampai dirinya terjuntai kebawah, lalu merajutnya dengan gerakan memutar keatas sampai ia berada di permukaan daun lagi, kemudian ia kaitkan lagi benangnya, menjatuhkan dirinya kebawah dan mulai “merajut” kepompongnya dengan gerakan memutar vertikal keatas. Begitu seterusnya sampai jadilah kepompong yang utuh, yang menjadi alat untuknya berubah menjadi kupu-kupu.

ulat merajut kepompongnya

ulat kecil merajut kepompongnya

menggantung dan terus berusaha merajut sampai selesai

menggantung dan terus berusaha merajut sampai selesai

meskipun berada dalam bahaya, ia tetap berusaha

meskipun berada dalam bahaya, ia tetap berusaha

merajut kepompongnya vertikal keatas

ia merajut kepompongnya memutar vertikal keatas

Hal itu tentu sulit dilakukan oleh seekor ulat kecil, belum lagi ia berada diatas kolam ikan, apabila ia terjatuh, pastilah langsung disambar ikan. Di sekitar tempat ia membuat kepompong pun terdapat banyak sekali sarang laba-laba yang ukurannya jauh lebih besar darinya. Tapi ulat kecil ini terus berusaha “merajut” kepompongnya, mengerahkan seluruh tenaga yang ia punya demi perubahan yang lebih baik. Jika kita mendambakan kehidupan yang lebih baik, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, maka kita harus terus berusaha seperti ulat kecil ini. Tidak peduli sebesar apapun masalah yang muncul di depan kita, kita harus tetap berusaha dan berdoa kepada-Nya. Usaha yang sungguh-sungguh dan disertai doa, adalah kunci menuju kesuksesan. Tuhan akan menolong setiap orang yang mau bersungguh-sungguh dan tak kenal letih berdoa kepada-Nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s