TAX AMNESTY: Menaikkan atau Menurunkan Pendapatan Nasional?

Seperti yang telah diketahui bahwa salah satu indikator negara maju adalah tingkat pendapatan nasional. Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) disuatu negara. Pendapatan nasional inilah yang menentukan seberapa besar kemakmuran suatu negara. Sir William Petty yang pertama kali mencetuskan perihal pendapatan nasional. Dalam perhitungannya, ia beranggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan konsumsi (biaya hidup) selama setahun. Anggapan ini kemudian diluruskan kembali oleh para ahli ekonomi modern. Para ahli ekonomi modern beranggapan bahwaalat utama pengukur perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product) dan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product). Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara, pendapatan nasional memiliki manfaat lain, diantranya adalah untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Selain itu pendapatan nasional juga digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekonomian terhadap pendapatan nasional. Data tersebut juga dapat digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu.

Baru-baru ini media massa dan masyarakat Indonesia dihebohkan dengan perundang-undangan baru mengenai tax amnesty. Tax amnesty (pengampunan pajak) adalah pengurangan pajak terhadap properti yang dimiliki oleh perusahaan yang akan segera diatur dalam undang-undang Pengampunan Nasional. Undang-Undang tersebut mengatakan bahwa pengampunan pajak adalah penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi  pidana pada bidang perpajakan maupun sanksi pidana tertentu yang diharuskan membayar dengan uang tebusan. Pengampunan pajak ini tidak hanya untuk yang disimpan di luar negeri tetapi juga yang berasal dari dalam negeri yang laporannya tidak diberikan secara benar. Tax amnesty ini pernah diaplikasikan pada tahun 1948 dan 2004. Namun mengalami kegagalan karena tidak menarik minat masyarakat serta penegak hukum tidak memberikan support lebih, baik melalui proteksi maupun sosialisasi.

Tax amnesty ini memiliki beberapa kebijakan pengampunan atau amnesty yang berbeda, terbagi dalam 3 periode. Pada periode pertama adalah pelaporan, jika periode pelaporan Oktober sampai dengan Desember 2016, maka tarif yang dikenakan dari keseluruhan harta wajib sebesar 3%. Jika periode pelaporan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2016, maka tariff yang dikenakan sebanyak 5% dan untuk periode Juli sampai dengan Desember 2016 maka akan dikenakan pajak sebesar 8%

Dengan adanya tax amnesty ini terdapat beberapa manfaat untuk beberapa pihak, baik untuk pemerintah, pengembang usaha maupun investor. Dengan diberlakukannya pengampunan pajak ini maka akan menambah penerimaan pemerintah melalui pajak. Penambahan baru ini dirasa cukup efektif untuk mengurangi penerimaan negara yang semakin berkurang. Mengingat presiden Jokowi telah mencanangkan pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak perekonomian negara, maka pemerintah merelakan defisit anggaran yang membengkak. Membengkaknya defisit anggaran ini dapat ditekan melalui tambahan penerimaan/ pendapatan negara. Dengan diterapkannya amnesti pajak ini otomatis akan menarik dana yang terdapat di luar negeri masuk ke Indonesia melalui pencatatan pajak baru. Sedangkan manfaatnya untuk pengembang adalah membuat sektor properti mengalami pertumbuhan untuk tahun berikutnya. Kebijakan ini berhubungan dengan pajak yang menjadikan patokan untuk kebangkitan bisnis propertyiyang ada di Indonesia. Tax amnesty ini dipercaya memberikan pengaruh terhadap pengembang usaha untuk terus berhubungan dengan investor. Para investor selama ini tidak mau menanamkan modalnya di Indonesia karena Indonesia tergolong memiliki pajak properti yang sangat tinggi. Bukan hanya itu saja, amnesti pajak ini disambut baik oleh para investor karena amnesti pajak ini dipercaya dapat memberikan keuntungan terhadap kegiatan bisnis. Amnesti pajak ini dapat membuat para konsumen dan investor untuk lebih berani lagi melakukan pembelian terhadap properti. Dengan demikian, para investor tidak takut untuk membeli property demi mengembangkan bisnisnya karena pajak properti telah diturunkan.

Sejak pengesahan undang-undang tax amnesty ada beberapa pro dan kontra baik dari masyarakat Indonesia maupun luar negeri. Salah satu penentang keras kebijakan tax amnesty ini adalah negara singapura. Negara singapura dikabarkan akan “menjegal” nasabah WNI yang ingin mengikuti program pengampunan pajak. Bahkan dikabarkan bahwa bank-bank swasta singapura melaporkan nasabah WNI yang mengikuti program amnesti pajak. Bank-bank swasta mulai khawatir likuiditasnya akan terganggu karna nasabah WNI yang ingin melarikan dananya kembali ke Indonesia. Seperti yang diberitakan bahwa kekayaan WNI yang berada di singapura sebesar 200 miliar dollar AS. WNI juga adalah salah satu investor terbesar di sektor properti Singapura karena pajak property di singapura sangat kecil sehingga banyak pula yang “memarkir” hartanya di singapura, sehingga dengan adanya tax amnesti ini dikhawatirkan akan mengacaukan perekonomian singapura. Menanggapi hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa nasabah WNI kurang dilindungi oleh pemerintah dalam negeri. Bukan menjadi tidak mungkin bahwa tax amnesty mengalami kegagalan karena nasabah WNI takut dipidana karena mengikuti program pengampunan pajak ini. Terlebih lagi sampai saat ini warga Indonesia yang mengikuti program tax amnesty belum memenuhi target menkeu. Sampai saat ini mencapai 16,8 triliun. Dana yang masuk kebanyakan masih berasal dari dalam negeri. Dana dari dalam negeri berkisar 376 triliun dan dari luar negeri sebesar 164 triliun serta dana repatriasi sebesar 25,5 triliun. Dengan data ini dapat disimpulkan bahwa masih banyak dana WNI di luar negeri yang belum terserap maksimal kembali ke dalam negeri.

Pertanyaannya saat ini adalah, apakah dengan adanya tax amnesty ini dapat meningkatkan pendapatan nasional atau kah justru menurunkan pendapatan nasional?. Seperti banyaknya dampak positif terkait program tax amnesty ini, ternyata juga terdapat dampak negatif dengan adanya kebijakan tax amnesty ini. Dampak negatifnya adalah sentimen masyarakat Indonesia yang akan merasa terbebani oleh uang tebusan. Sehingga masyarakat akan cenderung menyimpan uangnya. Akibatnya konsumsi masyarakat akan berkurang. Konsumsi disini adalah faktor penting dalam pendapatan nasional.seluruh bentuk konsumsi akan membentuk dua pertiga dari GDP. Pendapatan rumah tangga yang diterima adalah sama dengan output perekonomian. Jika tingkat konsumsi turun maka output perekonomian juga akan turun, lalu hal itu menjadi indikasi bahwa GDP (Gross Domestic Product) juga turun Jadi secara berurutan hal tersebut membuat pendapatan nasional menjadi turun. Namun dalam jangka panjang. Jika tax amnesty mengalami keberhasilan maka tambahan pendapatan pemerintah tadi akan dialokasikan untuk investasi dibidang infrastruktur (sesuai dengan program presiden Jokowi). Apabila infrastuktur membaik maka akan melancarkan kegitan perekonomian rakyat sehingga mobilitas semakin besar dan output masyarakat keseluruhan akan meningkat. Investasi di Indonesia juga akan meningkat yang berarti ketersediaan modal di dalam negeri terpenuhi. Dengan kata lain pendapatan nasional Indonesia akan meningkat pula serta otomatis akan mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Selain itu, penerimaan dana melalui pengampunan pajak ini akan menekan defisit anggaran akibat kebijakan ekspansif yang dilakukan pemerintah. Jadi kesimpulannya, program/ kebijakan pengampunan pajak ini dalam kurun waktu dekat akan menimbulkan penurunan pendapatan nasional disebabkan menurunnya tingkat konsumsi masyarakat. Namun dalam jangka panjang, program ini dapat menaikkan pendapatan nasional melalui pertambahan jumlah investasi dan perbaikan infrastruktur. Sehingga dapat dikatakan perekonomian Indonesia mengalami kemajuan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s